Cinta
karena Allah
Karena Allah …
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Sahabat
saudaraku fillah…
Ada tiga perkara apabila terdapat pada diri seseorang,
maka dia akan merasakan manisnya iman yakni;
- ia menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai daripada selain
keduanya,
- ia mencintai dan membenci seseorang karena Allah dan
- ia benci untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana ia tak suka
dilemparkan ke dalam api neraka.
( HR. Bukhari-Muslim).
Saudaraku….mencintai karena Allah adalah mencintai
seseorang lantaran ketaatannya pada Allah atau cinta di jalan yang diridhai
Allah. Di kala diri bertanya bagaimanakah bukti mencintai karena Allah
itu? Berusaha mencintai siapapun sesuai dengan syariat dan tidak
melanggar ketentuan dan larangan dari Allah.
Karena Allah …
Tingkatkan kualitas diri untuk menggapai ridha Allah
sehingga kita layak mencintai dan dicintai. Sahabat saudaraku fillah.. Jika
seseorang sudah dipenuhi kecintaan dan kerinduan kepada Allah maka ia akan
berusaha mencari teman,sahabat atau calon pendamping hidup yang sama dengan
dirinya.
Secara psikologis seseorang akan merasa tenang dan
tentram jika berdampingan dengan orang yang sama dalam perasaan,pandangan hidup,prinsip
dan tujuan dalam menggapai ridha Allah. Karena itu berbahagialah seseorang yang
dapat merasakan cinta Allah dari pasangan hidupnya,yakni orang yang di dalam
hatinya Allah hadir secara penuh.
Mereka saling mencintai bukan atas nama diri mereka
sendiri melainkan atas nama Allah dan untuk Allah.Jika mereka
ditakdirkan untuk menikah, pernikahan mereka bukan semata-mata pertemuan dua
insan berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti
perjalanan menuju Allah kekasih sejati yang mereka cintai.
Oleh karena itu sahabat saudaraku fillah..marilah kita
bertanya pada diri kita sendiri sudah adakah cinta karena Allah dalam diri
kita? Kalau sudah bersyukur dan istiqamahlah, sebaliknya kalau belum mari kita
perbaiki kualitas keimanan kita. Semoga ridha Allah akan kita dapat.
Barakallahu fiikum
Akan berpikir jauh ke depan, matang dan dewasa. Karena
sadar bahwa cinta yang diridhai Allah adalah setelah ada ikatan pernikahan
bukan aktifitas pacaran yang mendatangkan kemurkaan-Nya.
Sadar bahwa kita tidak bisa menghadapi perjalanan
hidup seorang diri sehingga kita butuh seseorang untuk berjalan di sisi kita
untuk saling meringankan dan saling mengarahkan dalam perjalanan menggapai
ridha-Nya.
Menyadari bahwa Allah lah yang menumbuhkan cinta itu
maka cara yang terbaik adalah serahkan dan titipkan cinta kita itu kepada-Nya
melalui Istikharah,tilawah,dzikir,shalawat dan istighfar.
“Biarkan Allah yang
mengatur segalanya sehingga keindahan itu datang pada waktunya :) "

